Selamat Datang!

Terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan komentar, OK!

Tab

Selasa, 17 Mei 2011

Sistem Reproduksi

1 A) STRUKTUR ORGAN REPRODUKSI WANITA
Pada wanita terdapat sepasang kelenjar kelamin,yaitu ovarium yang berfungsi menghasilkan sel telur. Dalam ovarium terdapat folikel graaf yang berkembang menjadi sel telur (ovum). Ovarium dihubungkan dengan uterus (rahim) oleh suatu saluran yang disebut tuba fallopii (oviduk). Uterus merupakan saluran berongga yang lebih besar dengan bagian ujungnya bersatu membentuk saluran sempit,  yaitu vagina.
Struktur anatomi  reproduksi wanita terdiri dari ,anatomi mikro dan anatomi makro.
·         Anatomi mikro
 Anatomi mikro terdiri atas bagian bagian sebagai berikut :
1.      Labia mayora (bibir besar) bibir luar vagina yang tampak tebal berlapiskan lemak.
2.      Mons veneris, pertemuan antara kedua bibir vvagina dengan bagian atas yang tampak membukit
3.      Labia minora (bibir kecil), yaitu sepasang lipatan kulit yang halus dan tipis serta tidak dilapisi lemak.
4.      Klitoris (kelentit) tonjolan kecil yang terdapat pada labia mayora.
5.      Orificium urethrae, merupakan muaran saluran kencing yang berada tepat dibawah klitoris.
6.      Hymen (selaput dara), berlokasi dibawah saluran kencing yang mengelilingi tempat masuk ke vagina.

·         Anatomi makro
Anatomi makro terdiri atas bagian sebagai berikut :
1.      Ovarium
Ovarium merupakan dua struktur  kecil berbentuk oval, masing-masing berukuran sekitar 2x4x1,5 cm, berada jauh di dalam pelvis wanita sedikit lateral terhadap dan di belakang uterus. Kedua organ ini terikat lemah pada uterus oleh pita jaringan ikat. Pada pemeriksaan bimanual, pemeriksa akan merasakan benda yang menyerupai almond yang bergeser diantara jari-jari pemeriksa saat melakukan palpasi. Setelah menopause, ovarium tidak dapat terpalpasi sama sekali
Arteri ovarika berasal dari aorta yang berada sedikit di bawah arteri renalis dan merupakan pemasok darah ovarium yang utama. Arteri ovarika berjalan melewati rongga retroperitoneal abdomen di dekat ureter. Darah yang memasuki ovaarium keluar melalui vena ovarika.vena ovarika mengalirkan darah ke vena cava pada sisi kanan dan ke vena renalis pada sisi kiri. Perbedaan anatomis dengan aliran vena ini sangat penting. Semakin lateral posisi vena ovarika kiri membuatnya lebih rentan terhadap obstruksi dan pembekuan thrombus, terutama pada kehamilan. Aliran limfatik ovarium berjalan ke nodus lumbalis (para-aorta).
Ovarium berfungsi memproduksi telur yang matang untuk fertilisasi dan membuat hormon steroid dalam jumlah besar.
2.      Tuba fallopii
Tuba fallopii merupakan struktur saluran bilateral yang melekat ke uterus pada setiap kornu (ujung)-nya. Tuba fallopii dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan anatomi dan fungsinya, yaitu kornu, ismus, dan fimbria.  Kornu merupakan bagian dari dinding otot uterus dan menjamin hubungan yang stabil dan kuat dengan organ ini. Fertilisasi terjadi dalam bagian yang panjang, sempit dan menyerupai pensil  yang disebut ismus. Ujung tuba yang memiliki fimbria atau yang bergalur merupakan bagian yang paling distal. Fimbria merupakan bagian distal tuba fallopii yang menyerupai jari-jari. Fimbria ini berperan dalam aktivitas menyerupai gerakan menyapu secaraa terus-menerus dan telah diketahui bertujuan mencapai cul-de-sac pada pelvis wanita untuk menangkap telur matang yang jatuh di belakang uterus.
Bersamaan dengan ovarium tuba fallopii dibungkus oleh satu lapisan peritoneum parietal yang disebut  ligament latum. Keadaan ini membentuk struktur yang memiliki ketebalan ganda yang dibatasi oleh ligament rotundum uterus di bagian superior.
3.      Uterus
Uterus merupakan struktur muscular tunggal, berbentuk buah pir yang terletak diantara kandung kemih dan rectum pada pelvis wanita. Uterus yang matang memiliki berat 30-40 gr pada wanita yang belum pernah melahirkan dan 75-100 gr pada wanita yang sudah pernah melahirkan. Uterus diikat pada pelvis oleh tiga set ligament jaringan ikat : ligament rotundum, cardinal dan uterosakral. Ligament rotundum melekat ke kornu uterus pada bagian anterior  insersi tuba fallopii. Struktur menyerupai tali ini melewati pelvis, melalui cincin inguinal  pada dua sisi dan mengikat osteum dari tulang pelvis dengan kuat. Ligament ini memberikan stabilitas bagian atas uterus namun tidak terlalu penting. Ligament cardinal menghubungkan uterus ke dinding abdomen anterior setinggi serviks. Ligament uterosakral melekat ke uterus di bagian posterior setinggi serviks dan berhubungan dengan tulang sacrum. Ligament cardinal dan utterosakral memberikan penopang yang sangat kuat pada dasar pelvis wanita.
Uterus dibagi menjadi tiga area secara anatomis dan fungsional, yaitu serviks, segmen bawah uterus dan korpus. serviks sebagian besar terdiri atas jaringan ikat yang kuat dan biasanya berukuran 4 cm. sekitar 2 cm serviks menonjol ke vagina, sedangkan sisanya tetap ada intraperitoneal. Serviks membuka kearah uterus melalui ostium interna dan kearah vagina melalui ostium eksterna. Segmen bawah uterus meliputi sepertiga bagian bawah uterus. Otot pada segmen bawah menyebabkan pembukaan dan penipisan serviks saat persalinan. Korpus yang merupakan segmen terbesar uterus, terdiri atas otot yang tebal. Bagian paling atas  dari uterus diantara kkedua tuba fallopii disebut fundus, suatu istilah yang kadang digunkan untuk menunjukan seluruh korpus uterus.
Uterus berfungsi menunjang pertumbuhan janin salami kehamilan.
4.      Vagina
Vagina merupakan struktur tubular yang terbentang antara muaranya pada introitus perineum pada servikks. Permukaanya dibungkus oleh epitel yang lemah dan ber-rugae. Dua pertiga bagian atasnya paling tepat disebut sebagai bagian dari genitalia interna karena adanya hubungan embriologis dengan uterus. Hymen, merupakan potongan membrane tipis yang mungkin tetap ada selama pubertas atau saat hubungan seksual pertama kali, terlihat sebagai lingkaran jaringan yang tidak teratur pada muara vagina ke vulva.
Vagina berfungsi menahan peni selama hubungan seksual dan menyimpan semen untuk sementara.
5.      Vulva
Genetalia eksterna wanita secara kolektif disebut sebagai vulva. Vulva terbagi atas  sepertiga bagian bawah vagina, klitoris, dan  labia.  Labia mayor merupakan struktur terbesar genetalia eksterna wanita dan mengelilingi organ lainya, yang berakhir pada mons pubis. Mons pubis merupakan tonjolan lemak yang besar dan terletak di atas simfisis pubis. Hanya mons dan labia mayor yang harus memisahkan labia mayor untuk melihat labia minor, klitoris dan ostium uretra. Di sepanjang ostium vagina terdapat banyak kelenjar penghasil mucus. Kelenjar terbesar dan terpenting meluas di bagian posterolateral menuju bokong dan dikenal sebagai kelenjar bartholin.
Arteri pudenda interna memasok darah ke vulva, arteri ini berasal dari arteri iliaka interna bagian posterior. Aliran limfatik vulva mengalir ke nodus inguinalis.
Klitoris homolog dengan penis dan merupakan organ perangsang seksual pada wanita.

1 B) Struktur Organ Reproduksi Pria
·         Anatomi makro organ reproduksi pria
Terdiri dari :
A.    Testis dan Epididimis
Testis merupakan sepasang struktur berbentuk oval, agak gepeng, dengan panjang sekitar 4 cm dan diameter sekitar 2,5 cm. bersama epididimis testis berada di dalam skrotum yang merupakan sebuah kantung ekstra abdomen tepat di bawah penis. Dinding pada rongga yang memisahkan testis dengan epididimis disebut tunika vaginalis.  Tunika vaginalis dibentuk dari peritoneum intra abdomen yang bermigrasi ke dalam skrotum primitive selama perkembangan genitalia interna pria. Setelah migrasi ke dalam skrotum, saluran tempat turunya testis akan menutup.
Epididimis merupakan suatu struktur berbentuk koma yang menahan batas posterolateral testis. Epididimis dibentuk oleh saluran yang berlekuk-lekuk secara tidak teratur yang disebut duktus epididimis. Duktus epididimis memiliki panjang sekitar 600 cm. duktus ini berawal pada puncak testis yang merupakan kepala epididimis. Setelah melewati jalan yang berliku-liku, duktus ini berakhir pada ekor epididimis yang kemudian menjadi vas deferens.
Testis merupakan tempat terjadinya spermatogenesis dan produksi steroid seks pada pria. Epididimis merupakan tempat terjadinya maturasi akhir sperma. Skrotum pada dasarnya merupakan kantung kulit khusus yang melindungi testis dan epididimis dari cedera fisik dan merupakan pengatur suhu testis. Spermatozoa sangat sensitive terhadap suhu. Karena testis dan epididimis  berada di luar rongga badan, suhu di dalam testis biasanya lebih rendah dari pada suhu di dalam abdomen.
B.     Vas deferens dan vesikula seminalis
Vas deferens merupakan lanjutan langsung dari epididimis. Struktur ini mempunyai panjang 45 cm yang berawal dari ujung bawah epididimis kemudian naik di sepanjang aspek posterior testis dalam bentuk gulungan- gulungan bebas. vas deferens dan duktus vesikula seminalis bersama-sama membentuk duktus ejakulatoris yang bermuara padda retra bagian prostat. Duktus ejakulatoris berukuran pendek 2,5 cm dan berada sangat dekat dengan duktus kontralateralnya saat menuju bagian depan melalui prostt.
Vesikula seminalis merupakan sepasang struktur berongga dan berkantung-kantung pada dasar kantung kemih di depan rectum.
Vas deferens  berfungsi mengalirkan sperma. Vesikula seminalis memproduksi kurang lebih 50-60 % dari total volume cairan semen. Komponen penting pada semen yang berasal dari vvesikula seminalis adalah fruktosa dan prostaglandin.
C.     Kelenjar prostat
Prostat merupakan organ dengan sebagian strukturnya merupakan kelenjar dan sebagian lagi otot. Organ ini mengelilingi uretra pria, yang terfiksasi kuat oleh lapisan jaringan ikat sedikit di belakang simfisis pubis. Organ ini berukuran sekitar 2,3 x 3,5 x 4,5 cm. lobus media prostat yang secara histologist merupakan sarana transisional berbentuk baji, secara langsung mengelilingi uretra dan memisahkan nya dengan duktus ejakulatoris. Saat terjadi hipertropi, lobus media dapat menyumbat aliran urin. Hipertrofi lobus media banyak terjadi pada usia lanjut.
D.    Penis
Penis terdiri atas jaringan kavernosa (erektil) dan dilalui oleh uretra. Permukaan posterior pada penis yang lunak adalah yang paling dekat dengan uretra dan sisi lainya, adalah permukaan dorsal yang lebih luas. Sebagian besar jaringan erektil penis tersusun dalam tiga kolom longitudinal, yaitu sepasang korpus kavernosum dan sebuah korpus spinosum di bagian tengah. Ujung dari penis disebut glans. glans penis juga mengandung jaringan erektil dan berlanjut ke korpus spongiosum. Glans dilapisi oleh lapisan kulit tipis terlipat yang dapat ditarik ke proksimal,yang disebut prepusium atau kulit luar. Prepusium ini dibuang saat melakukan pembedahan sirkumsisi (sunat).

·         Anatomi mikro system reproduksi pria
Terdiri dari :
                   I.            Testis
Testis berbentuk bulat telur, berjumlah sepasang dan terdapat dalam skrotum (kantong pelir/zakar) yang terletak di luar tubuh. Letak skrotum di luar tubuh ini bertujuan afar temperaturnya sesuai untuk pembentukan sperma.
Di dalam testis terdapat saluran halus yang merupakan tempat pembentukan sperma, disebut tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma diploid (2n). diantara tubulus seminiferus .Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma diploid (2n). Diantara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisil yang menghasilkan hormon kelamin jantan lainnya. Selain itu terdapat pula sel sertoli yang berukuran besar dan berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa.
                II.            Epipidimis dan vas ( duktus ) deferens
Duktus yang membentuk epididimis dan vas deferens memiliki lapisan muscular yang tersusun atau serat sirkular pada lapisan dalam dan serat longitudinal pada lapisan luar.
             III.            Vesikula seminalis
Alveoli pada vesikula seminalis dibatasi oleh epitel lurik semu yang mengandung banyak granula dan gumpalan pigmen kuning. Berapa sel epitel memiliki flagella. Secret vvesikula seminalis berupa cairan kental berwarna kekuningan yang mengandung globulin dan fruktosa. Secret ini merupakan sebagian besar isi ejakulat.
             IV.            Kelenjar prostat
Kelenjar tubuloalveolar prostat dibatasi oleh epitel-epitel yang sangat responsive terhadap androgen. Asinus dari zona kelenjar sentral yang mengelilingi duktus ejakulatoris berukuran besar dan irregular. Sebaliknya asinus dari zona kelenjar ferifer berukur kecil dan regular. Perbedaan yang mencolok dalam arsitektur kelenjar ini, disertai dengan pengamatan bahwa terdapat beberapa enzim unik yang terdapat dalam vesikula seminalis juga terdapat pada zona perifer, menunjukan bahwa terdapat perbedaan asal jaringan embriologi pada kedua bagian prostat ini. Epitel pada kelenjar tubuloalveolar prostat menghasilkan forfatase asam dan asam sitrat yang normal ditemukan pada semen.
                V.            Penis
Jaringan erektil pada penis merupakan rongga vascular irregular yang sangat banyak dengan, system menyerupai spons yang mendapat pasokan darah dari arteriol aferen dan kemudian dialirkan ke venula eferen. Sepasang badan silinder, yaitu korpus kavernoum dikelilingi oleh membrane fibrosa tebal yang disebut  tunika albuginea dan dipisahkan oleh septum fibrosa imkonflet. Vena- vena yang mengalirkan darah dari badan kavernosa mengandung banyak trabekula.trabekula tersusun atas serat elastic dan otot polos yang terbenam di dalam gelendong kolagen yang tebal dan terbungkus oleh sel-sel endotel.

2. PEMBENTUKAN SISTEM REPRODUKSI
System reproduksi diawali dari spermatogenesis pada laki-laki dan gametogenesis pada perempuan.
1. Spermatogenesis
Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim, 1990).
Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu :
1.Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer.
Spermatogonia
Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
Spermatosit Primer
Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
2. Tahapan Meiois
Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.
Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.
3. Tahapan Spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum, maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Spermatozoa masak terdiri dari :
  1.  
1.      Kepala (caput), tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya, tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum.
2.      Leher (servix), menghubungkan kepala dengan badan.
3.      Badan (corpus), bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas.
4.      Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius.


2. Oogenesis
1. Sel-Sel Kelamin Primordial
Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus, dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.
2. Folikel Primordial
Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200.000. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak, tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.
3. Oosit Primer
Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom XX. Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.
4.Pembelahan Meiosis Pertama
Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma, sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama. Kadang-kadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.
Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran, tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama, tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda.
5. Oosit Sekunder
Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum). Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetik yang berbeda. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional.

II.2.3. Fertilisasi
Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya. Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan masuknya spermatozoa kedalam ovum. Setelah spermatozoa masuk, ovum dapat tumbuh menjadi individu baru.
Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase, yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja. Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. Segera setelah kedua sel bersatu, kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma, sehingga terbentuk kromosom diploid (2n).



3. Pengertian reproduksi
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan, dalam hal ini manusia. Tujuanya adalah untuk mempertahankan jenisnya, dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi,sehingga dengan demikian reproduksi manusia dilaksanakan secara seksual


DAFTAR PUSTAKA

Chandrasoma,Parakrama.dan Taylor,clive R.2005.Ringkasan patologi anatomi.jakarta : EGC.
Guyton,Arthur C. 1990.fisiologi manusia dan mekanisme penyakit edisi 3.jakarta : EGC
Muttaqin,arif.2008.akep klien gangguan system musculoskeletal.jakarta:EGC
Heffner,linda dan schust,dani.2006.sistem reproduksi edisi 2.jakarta:EGC

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong komentarnya teman - teman, untuk menjadikan blog ini semakin berkualitas dan bermanfaat. Terima Kasih :)

Daftar Isi Blog