Selamat Datang!

Terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan komentar, OK!

Tab

Tampilkan postingan dengan label IKD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKD. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA




A.    KONSEP DASAR PENYAKIT BRONCHOPNEUMONIA
1.      PENGERTIAN
Istilah bronchopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia yang mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Brunner & Suddarth, 2001). Bronchopneu monia disebut juga pneumonia lobularis, yaitu radang paru- paru yang di sebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan lain- lain.
Bronchopneumonia/ pneumonia lobaris merupakan radang paru yang menyebabkana bronkhioli terminal. Bronkhioli terminal tersumbat oleh eksudat yang berbentuk bercak- bercak., kemudian menjadi bagian yang terkonsulidasi atau membentuk gabungan dan meluas ke parenkim paru. 
Penyakit ini sering bersifat sekunder, menyertai infeksi saluran pernafasan atas, demam, infeksi yang spesifik dan penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh.

2.      ETIOLOGI
Broncopneumonia dapat disebabkan oleh:
·         Bakteri= streptococcus, straphylococcus, influenmza
·         Virus= legionella pneumonia, virus influenza
·         Jamur= aspergilus, candida albicons
·         Aspirasi makanan, sekresi oropharing/isi lambung ke dalam paru
·         Kongesti paru kronik
·         Flora normal, hidrokarbon.






3.      PATOFISIOLOGI
Sebagian besar penyebab bronkopneumonia adalah mikroorganisme (jamur, bakter, virus) dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, bensin dan sejenisnya). Serta aspirasi ( masuknya isi lambung ke dalam saluran napas). Awalnmya mikroorganisme akan masuk melalui percikan ludah ( droplet) infasi ini akan masuk ke saluran pernapasan atas dan menimbulkan reaksi imunologis dari tubuh. Reaksi ini menyebabkan peradangan, dimana saat terjadi  peradangan ini tubuh akan menyesuaikan diri sehingga timbulah gejala demam pada penderita.
Reaksi peradangan ini akan menimbulkan secret. Semakin lama secret semakin menumpuk di bronkus sehingga aliran bronkus menjadi semakin sempit dan pasien akan merasa sesak. Selain terkumpul di bronkus, lama kelamaan secret akan sampai ke alveolus paru dan mengganggu system pertukaran gas di paru.
Selain menginfeksi saluran napas, bakteri ini juga dapat menginfeksi saluran cerna saat ia terbawa oleh darah. Bakteri ini akan membuat flora normal dalam usus menjadi agen pathogen sehingga timbul masalah GI tract.

Rabu, 11 Januari 2012

Pengkajian (Gordon)


FORMAT LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN
BERDASARKAN FORMAT GORDON

ASUAHAN KEPERAWATAN PADA                       : SP
DENGAN DIAGNOSA MEDIS                     : DEMAM BERDARAH
DI                                                                    : KAMAR ANGGREK RSUP SANGLAH
TANGGAL                                                     : 30 MARET 2011
A.  PENGKAJIAN DATA DASAR

A.      Identitas
1.       Identitas Pasien
Nama                                    : R P V
Umur                                    : 19 Tahun
Agama                                  : Hindu
Jenis Kelamin                     : Laki - laki
Status                                   : Belum kawin
Pendidikan                         : Mahasiswa
Pekerjaan                           : Mahasiswa
Suku Bangsa                       : Indonesia
Alamat                                  : Jalan Subita No. 4, Denpasar
Tanggal Masuk                  : 30 maret 2011
Tanggal Pengkajian         : 30 maret 2011
No register                         : -
Diagnosa medis                                : DHF
2.       Identitas Penanggung  Jawab
Nama                                    : Ida Bagus Suparsa
Umur                                    : 45 tahun
Hub. Dengan Pasien       : Ayah Pasien
Pekerjan                              : Wiraswasta
Alamat                                  : Jalan Nusa Penida Gg. 1 No 22 Denpasar

B.      Status Kesehatan
1.       Status kesehatan saat ini
a) Keluhan Utama (saat MRS dan saat ini)
·         OS datang dengan mengeluh badan panas, kepala pusing, batuk, mual – mual, lesu, radang pada tenggorokan, bibir kering.

b)   Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan sakit saat ini
·         Sejak 1 minggu OS panas dan berobat ke poliklinik Sanglah, tapi karena panas tidak turun, OS dirujuk untuk opname di RSUP Sanglah (MRS).
c) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
·         Saat merasa badan panas, OS berobat ke poliklinik.
2.       Status kesehatan masa lalu
a) Penyakit yang pernah dialami
·         Sebelumnya OS pernah mengalami penyakit panas, batuk, pilek, vertigo.
b)                         Pernah dirawat
·         Os mengatakan tidak pernah dirawat.
c)  Alergi
·         OS mengatakan punya alergi terhadap makanan yaitu daging sapi dan telur.
d)                         Kebiasaan (merokok/kopi/alcohol/dll)
·         OS mengatakan mempunyai kebiasaan :
o   Minun susu 1x sehari (malam)
o   Merokok             : -
o   Kopi                       : 1x rutin setiap pagi
o   Alkohol                 : -
3.       Riwayat Penyakit keluarga
·         OS mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keluarga
o   Hipertensi           : -
o   DM                         : -
o   Asma                     : -
o   Hepatitis              : -
o   Diabetes              : -
4.       Diagnosa medis dan terapi
·         Dx           : DHF
·         Terapi   :  diberikan sanmol

DDST



  1. IDENTITAS ANAK
Nama                       :       N M R W
Tanggal Lahir          :       Denpasar, 27 April 2006
Jenis Kelamin          :       Perempuan
Agama                     :       Hindu
Pendidikan              :       TK
Alamat                     :       Perum Pesona Paramitha 2 No. 28, Jalan Tunjung Sari, Padang Sambian Kaja, Denpasar

  1. IDENTITAS ORANG TUA
Nama                       :       Ir. N P
Tanggal Lahir          :       Singaraja, 03 September 1962
Jenis Kelamin          :       Laki - Laki
Agama                     :       Hindu
Pendidikan              :       Sarjana
Pekerjaan                 :       Swasta
Alamat                     :       Perum Pesona Paramitha 2 No. 28, Jalan Tunjung Sari, Padang Sambian Kaja, Denpasar


  1. RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
a.   Personal Sosial / Kemandirian Bergaul
Pengasuh (guru) mengatakan bahwa anak sudah mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Anak juga sudah banyak mengenal dan mengetahui nama teman – teman di kelasnya.
b.  Motorik Halus
Pengasuh (guru) mengatakan bahwa anak sudah mampu menggambar, mewarnai dan menulis. Setiap ada pekerjaan rumah anak selalu mengerjakannya.
c.   Bahasa
Pengasuh (guru) mengatakan bahwa anak dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar.
d.  Motorik Kasar
Pengasuh (guru) mengatakan bahwa anak ini sangat aktif dalam setiap permainan yang diberikan.

Laporan Observasi Ruangan


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Suatu kegiatan pasti memerlukan pengenalan yang sering disebut dengan orientasi. Kegiatan orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan mahasiswa untuk mangenal lingkungan dan sistem kerja dalam sebuah rumah sakit sebelum melaksanakan praktik di rumah sakit tersebut. Awal orientasi yang mahasiswa lakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada Rabu, 02 Pebruari 2011. Mahasiswa harus benar – benar mengenal dan memahami lingkungan rumah sakit karena mahasiswa akan melaksanakan praktik keperawatan pada tingkat lebih lanjut di tempat tersebut. Masa orientasi sangat penting bagi mahasiswa. Pada masa ini mahasiswa belajar agar bisa beradaptasi dengan tenaga kesehatan, memahami peran perawat dan bagaimana cara berkomunikasi atau berinteraksi dengan pasien. Semua hal itu kelak akan menjadi bekal nanti bagi mahasiswa saat melakukan praktik keperawatan.
B. Rumusan Masalah
1)      Bagaimana keadaan ruangan (jenis, fungsi, nama kepala ruangan dan wakil, inventaris, model yang digunakan dalam pembagian tugas perawat) khususnya ruang mawar?
2)      Fasilitas apa yang tersedia di dalam ruangan mawar?
3)      Bagaimana tentang SDM keperawatannya, serta jadwal dan shiftnya?
4)      Bagaimana peran dan fungsi perawat yang dilihat dalam suatu ruangan?
5)      Apa salah satu kompetensi keperawatan yang dilakukan saat observasi?
6)      Apa kelebihan dan kekurangan pada salah satu tindakan keperawatan?
7)      Apa masalah - masalah yang dihadapi oleh ruangan yang berpengaruh pada pelaksanaan tindakan keperawatan?
8)      Bagaimana kesan dan pesan dari kepala ruangan dan staff ruangan bagi mahasiswa?
C.  Tujuan
1. Tujuan umum:
Setelah mengikuti orientasi mahasiswa mengenal lingkungan RSUP Sanglah Denpasar Bali dan memahami peran serta fungsi profesi perawat di lapangan klinik.
2. Tujuan khusus:
a) Mengenal secara langsung lingkungan RSUP Sanglah
  b) Memahami peran dan fungsi perawat di klinik
  c) Memahami peran dan fungsi tim kesehatan lainnya
d) Meningkatkan kerjasama mahasiswa dalam kelompok dan memberikan pengalaman  berinteraksi (wawancara) khususnya komunikasi interpersonal
e) Mampu menganalisis suatu tindakan antara teori dan hasil observasi
f) Mengetahui masalah – masalah yang dihadapi ruangan yang berpengaruh terhadap tindakan perawatan
g) Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembuatan laporan.

D. Manfaat Penulisan
a)      Menambah pengetahuan tentang lingkungan rumah sakit
b)      Mengetahui struktur, fasilitas, SDM dalam suatu ruangan
c)      Mendapatkan gambaran tentang tindakan keperawatan yang dilakukan di rumah sakit.

Sabtu, 11 Juni 2011

Bunuh Diri Merupakan Gangguan Konsep Diri


Kasus bunuh diri merupakan fenomena sosial yang hampir setiap hari diberitakan. Saat ini bunuh diri seakan-akan menjadi trend dalam mengatasi permasalahan hidup. Adapun cara-cara yang biasa dilakukan untuk mengakhiri hidup biasanya dengan meminum racun serangga, menyayat urat nadi, gantung diri dan melompat dari ketinggian.
 Bunuh diri merupakan salah satu gangguan dalam konsep diri individu. Bunuh diri ini adalah sebagai sebuah perilaku atau respon maladaftif  secara sadar yang ditujukan pada diri sendiri oleh seorang individu yang memandang bunuh diri sebagai solusi terbaik dari sebuah masalah yang dihadapinya. Keadaan mental individu yang cenderung melakukan bunuh diri telah mengalami rasa sakit psikologis dan perasaan frustasi yang bertahan lama sehingga individu melihat bunuh diri sebagai satu-satunya penyelesaian untuk masalah yang dihadapi yang bisa menghentikan rasa sakit yang dirasakan.

Minggu, 10 April 2011

Bunuh Diri Merupakan Gangguan Konsep Diri


Kasus bunuh diri merupakan fenomena sosial yang hampir setiap hari diberitakan. Saat ini bunuh diri seakan-akan menjadi trend dalam mengatasi permasalahan hidup. Adapun cara-cara yang biasa dilakukan untuk mengakhiri hidup biasanya dengan meminum racun serangga, menyayat urat nadi, gantung diri dan melompat dari ketinggian.
 Bunuh diri merupakan salah satu gangguan dalam konsep diri individu. Bunuh diri ini adalah sebagai sebuah perilaku atau respon maladaftif  secara sadar yang ditujukan pada diri sendiri oleh seorang individu yang memandang bunuh diri sebagai solusi terbaik dari sebuah masalah yang dihadapinya. Keadaan mental individu yang cenderung melakukan bunuh diri telah mengalami rasa sakit psikologis dan perasaan frustasi yang bertahan lama sehingga individu melihat bunuh diri sebagai satu-satunya penyelesaian untuk masalah yang dihadapi yang bisa menghentikan rasa sakit yang dirasakan.

Kebutuhan Dasar Manusia (KDM)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupuan psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Hirarki. Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997). Dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar manusia (KDM) yang dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat memberikan perawatan. Beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih mendasar daripada kebutuhan lainnya. Oleh karana itu beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya. Kebutuhan dasar manusia seperti makan ,air, keamanan dan cinta merupakan hal yang penting bagi manusia. Dalam mengaplikasikan kebutuhan dasar manusia tersebut dapat digunakan untuk memahami hubungan antara kebutuhan dasar manusia dalam mengaplikasikan ilmu keperawatan di dunia kesehatan. walaupun setiap orang mempunyai sifat tambahan, kebutuhan yang unik, setiap orang mempunyai kebutuhan dasar manusia yang sama. Besarnya kebutuhan dasar yang terpenuhi menentukan tingkat kesehatan dan posisi pada rentang sehat-sakit.
Hirarki kebutuhan dasar manusia menurut maslow adalah sebuah teori yang dapat digunakan  perawat untuk memahami hunbungan antara kebutuhan dasar manusia pada saat memberikan perawatan. Menurut teori ini,  beberapa kebutuhan manusia tertentu lebih dari pada kebutuhan lainnya; oleh karena itu, beberapa kebutuhan harus dipenuhi sebelum kebutuhan  yang lain. Misalnya, orang yang lapar akan lebih mencari makanan daripada melakukan aktivitas untuk meningkatkan harga diri.




1.2.         Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian KDM ?
2.      Apakah hal hal yang mendasari pemahaman tentang KDM ?
3.      Apa saja model model KDM ?
4.      Apakah karakteristik seseorang yang kebutuhan dasarnya terpenuhi ?
5.      Bagaimana penerapan KDM dalam praktik keperawatan ?

1.3.         Tujuan
1.      Mengetahui pengertian KDM.
2.      Mengetahui hal-hal yang mendasari pemahaman tentang KDM.
3.      Mengetahui model-model KDM.
4.      Mengetahui kerakteristik seseorang yang kebutuhan dasanya terpenuhi.
5.      Mengetahui penerapan KDM dalam praktik keperawatan.

Eliminasi Fekal


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Eliminasi produk sisa pencernaan yang teratur merupakan aspek yang penting untuk fungsi normal tubuh. Perubahan eliminasi dapat menyebabkan masalah pada sistem gastrointestinal dan sistem tubuh lainnya. Karena fungsi usus bergantung pada keseimbangan beberapa factor, pola dan keseimbangan eliminasi bervariasi diantara individu. Namun, telah terbukti bahwa pengeluaran feses yang sering, dalam jumlah besar, dan karakteristiknya normal biasanya berbanding lurus dengan rendahnya insiden kanker kolorektal (Robinson dan Weigley,1989).
Untuk menangani masalah eliminasi klien,perawat harus memahami eliminasi normal dan factor-faktor yang meningkatkan atau menghambat eliminasi. Asuhan keperawatan yang mendukung akan menghormati privasi dan kebutuhan emosional klien. Tindakan yang dirancang untuk meningkatkan eliminasi normal juga harus meminimalkan rasa ketidaknyamanan.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu pencernaan normal dan eliminasi?
2.      Apa saja faktor yang mempengaruhi eliminasi?
3.      Masalah defekasi apa yang umum terjadi?
4.      Apa itu deversi usus?
5.      Bagaimana proses keperawatan dalam eliminasi fekal?

C.    TUJUAN DAN MANFAAT
1.      Mengetahui tentang pencernaan normal dan eliminasi
2.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi eliminasi
3.      Mengetahui masalah defekasi yang umum terjadi
4.      Memahami tentang deversi usus
5.      Mengetahui proses keperawatan dalam eliminasi?


Pengelolaan dan Pemberian Obat


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Klien yang mengalami gangguan kesehatan akut maupun kronis menyembuhkan dan mempertahankan kesehatan mereka dengan berbagai strategi.Obat adalah substansi yang digunakan dalam diagnosis,pengobatan,penyembuhan,perbaikan,maupun pencegahan terhadap gangguan kesehatan.Obat merupakan terapi primer yang berhubungan dengan penyembuhan penyakit.Tidak peduli dimanapun klien menerima pelayanan kesehatan,rumah sakit,klinik,atau di rumah,perawat memegang peranan penting dalam persiapan dan pemberian obat,mengajarkan cara menggunakan obat dan mengevaluasi respons klien terhadap pengobatan.
Pada masa perawatan akut dan penyembuhan,perawat memegang peranan penting dalam memberikan obat secara tepat waktu kepada klien,serta memastikan klien atau keluarganya telah mengerti dan siap memberikan obat jika klien dipulangkan ke rumah.Jika klien tidak dapat menggunakan obat sendiri di rumah,keluarga atau petugas perawat di rumah memegang tanggung jawab dalam pemberian obat.Di setiap tatanan pelayanan kesehatan,perawat bertanggung jawab mengevaluasi efek obat terhadap kesehatan klien,mangajari klien tentang obat dan efek sampingnya,memastikan kepatuhan terhadap regimen obat,serta mengevaluasi kemampuan klien dalam menggunakan obat sendiri.Pada beberapa kasus,perawat secara langsung mengajarkan dan mengevaluasi anggota keluarga klien yang mampu memberikan obat.
Pemberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu tugas terpenting perawat. Obat adalah alat utama terapi yang digunakan dokter untuk mengobati klien  yang memiliki masalah ksehatan. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila tidak tepat diberikan. Perawat bertanggung jawab memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkkan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien menggunakannnya dengan benar serta berdasarkan pengetahuan.
Selain mengetahui kerja suatu obat tertentu, perawat juga harus memahami masalah kesehatan klien saat ini dan sebelumnya untuk menentukan apakah obat tertentu aman untuk diberikan. Pertimbangan perawatt penting dalam pemberian obat yang tepat dan aman.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa faktor yang mempengaruhi kerja obat?
2.      Bagaimana standar dan aturan mengenai obat aturan negara?
3.      Apa tipe jalur pemberian obat?
4.      Bagaimana syarat dan komponen pengobatan?
5.      Bagaimana askep dalam pemberian obat?
6.      Apa saja hal yang dapat menyebabkan kesalahan dan pencegahannya?
7.      Bagaimana cara menghitung dosis obat?

C.    TUJUAN DAN MANFAAT
1.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi kerja obat.
2.      Mengetahui pengelolaan pemberian obat-obatan.
3.      Memahami tipe jalur pemberian obat.
4.      Mengetahui syarat dan komponen pengobatan.
5.      Bisa membuat askep dalam pemberian obat.
6.      Mengetahui hal yang dapat menyebabkan kesalahan dan pencegahannya.
7.      Bisa menghitung pemberian dosis obat pada pasien.



Sabtu, 09 April 2011

Florence Nightingale

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Latar belakang dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar ( IKD )  berusaha mengumpulkan fakta. Dari fakta ini kemudian disusun dan disimpulkan menjadi berbagai teori, sesuai fakta yang di kumpulkan tersebut. Teori – teori tersebut kemudian digunakan untuk memahami gejala – gejala alam dan kemasyarakatan yang lain. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan, sosial, politik, ekonomi dan teknologi umat manusia, teori – teori tersebut makin berkembang baik kualitas maupun maupun kuantitasnya, seperti apa yang telah kita rasakan dewasa ini. Makalah ini membahas tentang Teori Florence Nigthingale, yang didalamnya berisi tentang isi dari teori Nightingale, pembahasan teori, dan contoh peran perawat berdasarkan teori Nightingale. Apa yang berada dalam makalah ini sangat bermanfaat dan berguna terutama bagi seorang perawat. Teori Nightingale adalah teori yang mengemukakan tentang lingkungan. Florence Noghtingale sendiri adalah perawat yang pertama kali ada di dunia dan beliau di kenal sebagai wanita yang pantang menyerah dalam merawat pasien dan memiliki jiwa penolong serta sangat berperan penting dalam perkembangan ilmu keperawatan. Teori dari Florence nightingale sangatlah bermanfaat bagi para perawat terutama pada saat kita merawat pasien. Mungkin pada saat kita merawat pasien kita melupakan faktor lingkungan di sekitar pasien, padahal lingkungan sangatlah berpengaruh dalam penyembuhan pasien. Pasien sangatlah membutuhkan kenyamanan dan ketenangan pada saat dia di rawat. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi bahan perhatian kita semua.
1.2 TUJUAN PENULISAN
1.     Tujuan dari pembuatan tugas ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar ( IKD ) yang diberikan .
2.     Bahan diskusi pada mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar ( IKD ).
3.     Sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa perawat dan masyarakat umum


                                                                                        
1.3 MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari pembuatan tugas ini adalah :
1.     Menambah pengetahuan kita sebagai mahasiswa perawat tentang teori Nightingale.
2.     Menjadi penyemangat dan menambah kinerja kita sebagai perawat agar seperti Florence.
3.     Dapat menjadi inspirasi kita dalam praktik keperawatan.
4.     Menjadi dasar bagi mahasiswa perawat
Untuk puskesmas, rumah sakit, posyandu dan lain- lain, makalah ini sangat lah bermanfaat   karena lingkungan merupakan hal yang harus di perhatikan dalam perawatan pasien.



Pertumbuhan dan Perkembangan


A.    Definisi
1.      Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah Perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah / fisik dan menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru dari organisme/ individu.
Pertumbuhan ( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Contoh : Bertambah tinggi, bertambah berat badan dan tumbuhnya kelenjar-kelenjar sex.

2.      Perkembangan
Perkembangan ( Development ) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Perkembangan menyangkut adaanya proses difrensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk perkemabngan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungan.
Perkembangan disini di artikan sebagai perubahan yang dialami oleh individu atau oganisme menuju tingkat kedewasaannya (matury) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis.
Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu, walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa misalnya mengenai makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dsb. Oleh karena itu semua orang yang mendapat tugas untuk mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang.
Contoh : Sikap perasaan dan emosi, minat, cita-cita dan kepribadian seseorang.
B.     Ciri - Ciri Tumbuh Kembang
1.      Perubahan dalam aspek fisik dan psikis
2.      Perubahan dalam proporsi
3.      Kontinu
4.      Ada masa percepatan dan perlambatan
ü  Masa janin
ü  0 – 1 tahun
5.      Reflek primitive hilang sebelum gerakan volunteer tercapai

Praktik Keperawatan


Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-soiso-spiritual yang komprehensif (holistic), ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga kesehatan lain dengan menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh mencakup ilmu dasar dan ilmu keperawatan sebagai landasan dan menggunakan proses keperawatan sebagai pendekatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok.

Pada tahun 1985, “The American Association Colleges of Nursing” melaksanakan suatu proyek termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan profesional. Nilai-Nilai esensial ini sangat bekaitan dengan moral keperawatan dalam praktiknya.

Perkembangan Sejarah Keperawatan


1. PERAWAT DAN PERAWAT PROFESIONAL
Perawat adalah orang yang mengasuh, merawat dan melindungi, yang merawat orang sakit, luka dan usia lanjut (di kutip oleh Ellis, Harley, 1980). Peran perawat adalah menjaga pasien mempertahankan kondisi terbaiknya terhadap masalah kesehatan yang menimpa dirinya (Florence Nigthingale dalam bukunya What it is and What it is not).

Perawat adalah profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup dari lahir sampai mati. Perawat bekerja dalam berbagai besar spesialisasi di mana mereka bekerja secara independen dan sebagai bagian dari sebuah tim untuk menilai, merencanakan, menerapkan dan mengevaluasi perawatan.
Ilmu Keperawatan adalah bidang pengetahuan dibentuk berdasarkan kontribusi dari ilmuwan keperawatan melalui peer-review jurnal ilmiah dan praktek yang dibuktikan berbasis. Ini merupakan bidang yang dinamis praktek dan penelitian yang didasarkan dalam budaya kontemporer dan kekhawatiran itu sendiri dengan baik mainstream dan subkultur terpinggirkan dalam rangka untuk memberikan perawatan budaya paling sensitif dan kompeten.
Perawat merupakan salah satu komponen pembangunan bidang kesehatan, sekaligus merupakan bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah memberikan standard pelayanan kesehatan yang antara lain menekankan bahwa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit meliputi pelayanan medis dan pelayanan keperawatan.
Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.
Profil perawat profesional adalah gambaran dan penampilan menyeluruh perawat dalam melakukan aktifitas keperawatan sesuai kode etik keperawatan. Aktifitas keperawatan meliputi peran dan fungsi pemberian asuhan keperawatan, praktik keperawatan, pengelola institusi keperawatan, pendidik pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) serta kegiatan penelitian di bidang keperawatan (Gaffar, 1999).

2. PENGERTIAN KEPERAWATAN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut, keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Florence Nightingale (1895) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut, keperawatan adalah menempatkan pasien alam kondisi paling baik bagi alam dan isinya untuk bertindak.
Calilista Roy (1976) mendefinisikan keperawatan merupakan definisi ilmiah yang berorientasi kepada praktik keperawatan yang memiliki sekumpulan pengetahuan untuk memberikan pelayanan kepada klien.

Daftar Isi Blog