Selamat Datang!

Terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa tinggalkan komentar, OK!

Tab

Tampilkan postingan dengan label SosBud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SosBud. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

Essay


GAYA PACARAN REMAJA PICU KTD
Ditya Prayanto

            Remaja merupakan masa “badai stres” dan masa kecemasan  yang dipengaruhi oleh berbagai perkembangan, baik itu perkembangan fisik, psikis, maupun jaman yang semakin modern. Perkembangan remaja ada yang mengarah ke hal yang positif dan ada juga yang mengarah ke hal yang negatif, tergantung bagaimana cara remaja untuk menjalani situasi yang dihadapinya. Seperti halnya kita lihat gaya pacaran remaja dewasa ini. Secara psikis, remaja memang sewajarnya memiliki ketertarikan dengan lawan jenisnya karena ini merupakan suatu yang alamiah, sehingga mereka saling menjalin suatu hubungan suka sama suka yang sering disebut dengan “pacaran” walaupun mereka sebenarnya tidak tahu apa arti dan tujuan dari pacaran. Sering kita melihat gaya pacaran remaja sekarang sering menimbulkan masalah psikis, sosial, dan kesehatan. Maka  dari itu, masalah – masalah yang ditimbulkan remaja harus mendapat perhatian yang serius.
            Ramaja merupakan masa peralihan, perubahan, mencari identitas,tidak relistik dan masa yang penuh dengan masalah. Masalah remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi. Hal ini terjadi karena remaja belum terbiasa untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Akibatnya, terkadang terjadi penyelesaian masalah yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Konsep Dasar Antro-Kes


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Kebudayaan sebagai keseluruhan pengetahuan yang dipunyai oleh manusia sebagai makhluk sosial, yang lainnya adalah perangkat – perangkat, model – model pengetahuan yang secara selektif dapat dipergunakan untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan yang dihadapi dan untuk mendorong dan menciptakan tindakan – tindakan yang diperlukannya.
Pembangunan mempunyai kaitan yang fungsional. Dalam hal ini kebudayaan harus diartikan sebagai suatu kumpulan pedoman atau pegangan yang kegunaannya operasional dalam hal manusia mengadaptasi diri dengan dan menghadapi lingkungan – lingkungan tertentu (fisik / alami, sosial dan kebudayaan). Kebudayaan bermanfaat bagi masyarakat agar mereka itu dapat tetap melangsungkan kehidupannya yaitu memenuhi kebutuhan – kebutuhannya dan untuk dapat hidup secara lebih baik lagi. Karena itu kebudayaan seringkali juga dinamakan sebagai blueprint atau disain menyeluruh dari kehidupan.
Beraneka ragamnya kebutuhan – kebutuhan manusia yang harus dipenuhinya baik secara terpisah – pisah maupun secara bersama – sama sebagai suatu satuan kegiatan telah menyebabkan terwujudnya beraneka ragam model pengetahuan yang menjadi pedoman hidup yang masing – masing berguna atau relevan untuk usaha masing – masing kebutuhan manusia.
Sehingga dalam hal pengkajian mengenai peranan kebudayaan dalam kaitannya dengan usaha – usaha pemenuhan kebutuhan – kebutuhan manusia, kebudayaan dilihat sebagai terdiri atas unsur – unsur yang masing – masing berdiri sendiri tetapi yang satu sama lainnya saling berkaitan. Unsur – unsur kebudayaan tersebut menurut Sujarwa dalam Koentjaraningrat adalah sebagai berikut:
1)      Bahasa dan komunikasi
2)      Ilmu pengetahuan
3)      Teknologi
4)      Ekonomi
5)      Organisasi Sosial
6)      Agama
7)      Kesenian

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan kehidupan material manusia (baik secara kualitas dan kuantitas), unsur – unsur kebudayaan yang penting adalah teknologi dan ekonomi.
Namun demikian, dalam tindakan – tindakan pemenuhan kebutuhan – kebutuhannya manusia selalu melibatkan keseluruhan unsur – unsur kebudayaan (secara langsung ataupun tidak langsung), aspek – aspek biologi dan emosi manusia yang bersangkutan, dan juga kualitas, kuantitas serta macam sumber daya / energi yang tersedia dan ada dalam lingkungan.
Dalam tindakan – tindakan pemenuhan kebutuhan tersebut, salah satu aspek penting yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah aspek yang terwujud sebagai tradisi – tradisi atau kebiasaan yang berlaku pada masyarakat setempat atau pranata sosial / struktur sosial. Pentingnya peranan aspek sosial itu disebabkan oleh hakekat kemanusiaan dari manusia itu sendiri, yaitu sebagai makhluk sosial, yang dalam hal mana hampir sebahagian besar dari kegiatan – kegiatan pemenuhan kebutuhan – kebutuhannya itu dicapai melalui dan dalam kehidupan sosial.

B.     RUMUSAN MASALAH
a)      Apa definisi dari keperawatan?
b)      Apa yang harus dimiliki oleh seorang perawat?
c)      Apa yang merupakan kebutuhan dasar manusia?
d)     Apa tugas seorang perawat?
e)      Bagaimana cara perawat menghadapi pasien?

C.    TUJUAN
a)      Untuk memahami tentang keperawatan.
b)      Untuk mengetahui hal – hal yang harus dimiliki oleh seorang perawat.
c)      Untuk mengetahui kebutuhan dasar manusia.
d)     Untuk mengetahui tugas seorang perawat.
e)      Untuk mengetahui cara perawat menghadapi pasien.

D.    MANFAAT
a)      Menambah wawasan dan pengetahuan tentang keperawatan.
b)      Mengetahui kebutuhan dasar manusia.
c)      Mengetahui cara perawat menghadapi pasien.

Antro-Kes


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Secara teoritis dan praktis, antropologi kesehatan sebagai ilmu akan memberikan suatu sumbangan pada pengemban pelayanan kesehatan, termasuk didalamnya obstetri ginekologi sosial. Bentuk dasar sumbangan keilmuan tersebut berupa pola pemikiran, cara pandang atau bahkan membantu dengan paradigma untuk menganalisis suatu situasi kesehatan, berdasarkan perspektif yang berbeda dengan sesuatu yang telah dikenal para petugas kesehatan saat ini.
Sejarah keilmuan yang sedang dipelajari bermula dari filsafat sebagai “mother of science” dalam ilmu yang mempelajari manusia terdiri dari: sosiologi, antropologi dan psikologi. Dalam perkembangan dan penerapan keilmuan selanjutnya ketiga ilmu ini dikategorikan sebagai ilmu perilaku. Secara khusus, sosiologi dan antropologi mempelajari manusia, dengan titik berat sebagai mahluk bermasyarakat. Sedangkan, psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang aspek-aspek kepribadian individu (lebih ke arah sosok manusia itu sendiri) dalam berinteraksi dengan masyarakatnya.
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan, perilaku, persepsi, emosi, bahasa, agama, ritual, struktur keluarga, diet, pakaian, sikap terhadap sakit, dll). Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang asa di masyarakat tersebut.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut: (1) Memberikan suatu cara untuk memandang masysrakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun. Contoh pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik; (2) Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan. Memang tidak secara tepat meramalkan perilaku individu dan masyarakatnya, tetapi secara tepat bisa memberikan kemungkinan luasnya pilihan yang akan dilakukan bila masyarakat berada pada situasi yang baru; (3) Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.

B.     Rumusan Masalah
1)      Apa hubungan antara sosial budaya dan biologi yang merupakan dasar perkembangan antro kesehatan?
2)      Bagaimana perkembangan antro kesehatan dari sisi biological pole?
3)      Bagaimana perkembangan antro kesehatan dari sisi sosiocultural pole?
4)      Apa bedanya perkembangan antro kesehatan biological pole dengan sosiocultural pole?
5)      Apa kegunaan antro kesehatan?

C.    Tujuan
1)      Untuk mengetahui hubungan antara sosial budaya dan biologi yang merupakan dasar perkembangan antro kesehatan.
2)      Untuk mengetahui perkembangan antro kesehatan.
3)      Untuk mengetahui kegunaan antro kesehatan.

D.    Manfaat
1)      Mengetahui hubungan antara sosial budaya dan biologi yang merupakan dasar perkembangan antro kesehatan.
2)      Mengetahui perkembangan antro kesehatan.
3)      Mengetahui kegunaan antro kesehatan.

Daftar Isi Blog